Lacak Kasus ke Daerah, Strategi Utama Riau Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Ini
PEKANBARU - Dalam percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Riau, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Provinsi(GTP) Riau dr Indra Yovi, mengungkapkan strategi utama yang dilakukan, yakni melacak ke daerah atau kawasan yang berpotensi terinfeksi virus Corona.
"Strategi yang kami lakukan saat ini untuk mencegah penyebaran virus corona, yakni dengan mencari orang-orang yang terinfeksi virus corona, namun belum diketahui,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, jika pada awal-awal ditemukannya virus corona di Riau, pihaknya hanya menunggu adanya kasus pasien positif. Namun saat ini pihaknya sudah mengubah pola,
yakni ikut mencari kasus corona.
“Kalau dibulan-bulan Maret dan April lalu, kita masih menunggu kasus. Kalau sekarang ini dan untuk seterusnya, kami yang akan mencari kasus,’’sebutnya.
Pencairan kasus positif corona tersebut, yakni dengan melakukan pengecekan sampel swab
sebanyak-banyaknya di lokasi yang rawan terjadi penularan virus corona. Apalagi, saat ini kapasitas Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad terus meningkat.
“Saat ini laboratorium biomolekuler RSUD Arifin setiap harinya bisa memeriksa sampel hingga 750 per hari. Jadi ini harus dioptimalkan dengan melakukan pengambilan sampel swab sebanyak-banyaknya,” katanya lagi.
Di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Provinsi Riau juga memeriksa seluruh pedagang di Pasar Baru Ujung Batu. Pemeriksaan ini dilakukan, karena ada pasien baru Covid-19 yang sering
berbelanja di pasar tersebut.
“Kita ingin memastikan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Rokan Hulu. Karena pasien yang terkonfirmasi positif itu dari pasar sini,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Yan Prana Jaya.
Pemeriksaan Covid-19 diRohul, menurut dia, merupakan bagian dari upaya melacak riwayat kontak pasien dengan para pedagang guna mencegah risiko penyebaran penyakit.
“Tracing (pelacakan) ini kita lakukan kepada seluruh pedagang yang ada di pasar. Sebagaimana yang telah kita lakukan terhadap daerah lainnya,” katanya.
Wagimin, seorang pedagang di Pasar Baru, bersyukur pemerintah melakukan pemeriksaan untuk mencegah penularan virus corona penyebab Covid-19 di Pasar Baru. Dia tidak khawatir atau takut menjalani pemeriksaan.
“Malah bersyukur saya,kalau ke dokter sudah berapa pula biayanya. Saya udah diambil swab (spesimen usap), tidak sakit, biasa saja. Memang pasien positif itu ada belanja di pasar sini, tapi di tempat saya tidak ada. Dan dia belanja sayur-sayuran,” katanya.
Pemeriksaan pedagang Pasar Baru dilakukan setelah seorang pasien berusia 56 tahun warga Kabupaten Rokan Hulu dikonfirmasi
positif Covid-19. Pasien itu diketahui berdagang di rumah dan setiap hari berbelanja di Pasar Baru, Ujung Batu.
Pasien Covid-19 ke-235 di Riau itu diketahui menularkan virus corona ke anaknya yang berusia 20 tahun, yang saat ini sudah menjalani karantina dan perawatan.
Swab PCR juga dilakukan Diskes Rohil, tepatnya Puskesmas Bagan Siapi-api beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan presiden dan gubernur dalam rangka percepatan dan peningkatan cakupan pemeriksaan Covid-19.(vie/mcr)
Berita Lainnya
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
Polda Riau dan BPTD Razia Truk Angkutan untuk Cegah Kerusakan Jalan
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka